Nama : Peni Prihatin
NPM : 11144600048
Kelas : A2 – 11
INDAHNYA PERSAHABATAN
DI KOTA SERANGGA
Hari yang cerah. Pho, Cici, dan Lili
sedang duduk di dekat taman. Mereka sedang menunggu Caca lebah sahabat mereka.
Mereka akan jalan – jalan ke kota serangga. Hari ini mereka libur sekolah. Jadi
mereka berencana untuk jalan – jalan ke kota. Kalau hari libur, kota serangga
sangat ramai. Di kota serangga ada pasar yang menjual berbagai keperluan seperti roti madu, permen, minuman sari jahe
dingin, dan lain sebagainya.
Mereka sudah menunggu terlalu lama.
Caca tidak kunjung datang. Tidak biasanya Caca ingkar janji.
“Teman – teman, Caca belum juga
datang. Bagaimana kalau kita tinggal saja?” Kata Pho.
“Jangan. Kita sudah berjanji pada Caca untuk pergi ke kota bersama –
sama.” Seru Lili.
“Tetapi ini sudah siang. Caca belum
juga datang.” Kata Pho lagi.
“Bagaimana kalau kita ke rumah Caca
saja? Agar kita tahu kenapa Caca belum datang.” Usul Cici.
“Baiklah.” Jawab Pho dan Lili.
Akhirnya mereka bersama – sama pergi
ke rumah Caca. Setelah beberapa menit berjalan, mereka sampai di depan rumah
Caca. Rumah Caca sangat indah. Di halamannya banyak bunga. Mereka melihat Caca
duduk termenung di atas bunga.
“Caca!” panggil Pho, Cici, dan Lili.
Caca kaget
mendengar namanya dipanggil. Setelah tahu bahwa yang memanggil sahabatnya, Caca
terbang turun.
“Caca, kenapa kamu tidak datang?”
tanya Lili.
“Maafkan aku teman – teman. Ibuku
sedang sakit. Aku harus menjaganya.” Kata Caca.
“Bolehkah kami menjengguk ibumu?”
Tanya Pho.
“Tentu saja. Ayo ikut aku.” Jawab
Caca.
Pho, Cici, dan Lili berjalan
mengikuti Caca. Akhirnya mereka sampai di dekat ibu Caca berbaring. Ibu Caca
terlihat lemas. Mereka hanya melihat sebentar. Kemudian mereka keluar, karena
ibu Caca sedang tidur.mereka melanjutkan berbincang – bincang di halaman rumah
Caca.
“Apa ibumu sudah dibawa ke dokter?”
tanya Pho.
“Belum.” Jawab Caca sedih.
“Bawalah ibumu ke dokter. Agar cepat
sembuh.” Kata Lili.
“Tetapi kami belum punya uang yang
cukup.” Jawab Caca.
“Bolehkah kami membantumu?” tanya
Cici.
“Jangan. Aku tidak mau merepotkan
kalian.” Jawab Caca.
“ Tidak apa – apa. Kita itu sahabat,
jadi harus saling menolong.” Jawab Pho.
Hari sudah sore. Mereka tidak jadi
pergi ke kota. Akhirnya mereka berpamitan pulang. Di perjalanan mereka
berencana untuk membantu Caca. Mereka akan mengumpulkan uang tabungan mereka.
Jika sudah terkumpul, uang itu akan diberikan kepada Caca. Agar ibunya dapat
dibawa ke dokter. Jika ibu Caca sudah sembuh, maka Caca dapat bermain lagi
bersama mereka.
Keesokan harinya Pho, Cici, dan Lili
berkumpul. Mereka sudah membawa uang tabungan mereka. Setelah siap, mereka
segera pergi ke rumah Caca. Sesampainya di rumah Caca, uang itu segera
diserahkan kepada Caca dan ibunya. Dengan terharu, Caca dan ibunya mengucapkan
terimakasih kepada mereka. Maka bergegaslah Caca pergi ke dokter kumbang. Tidak
lama kemudian Caca datang bersama dokter kumbang. Kemudian dokter kumbang
segera memeriksa ibu Caca. Setelah memeriksa ibu Caca dan memberinya obat,
dokter kumbang segera pulang.
Setelah dokter kumbang pulang, maka
Caca segera memberi obat kepada ibunya. Setelah meminum obat, ibu Caca segera
tertidur. Kemudian Pho, Cici, dan Lili
segera berpamitan kepada Caca. Caca mengantarkannya sampai ke halaman
depan.
Pagi harinya Caca sangat bahagia,
karena ibunya sudah sehat lagi. Caca dapat kembali masuk sekolah dan bertemu
teman – temannya. Dengan penuh semangat, Caca menghampiri Pho, Cici, dan Lili.
Mereka sangat senang melihat Caca sudah ceria lagi.
“Bagaimana kondisi ibumu?” tanya Pho
kepada Caca.
“Alhamdulillah, berkat bantuan
kalian ibuku sudah sehat lagi. Terimakasih ya teman – teman.”
“Syukurlah. Inilah gunanya teman.
Kita harus saling membantu.” Jawab Lili.
“Sebagai ucapan terimakasih, minggu
depan ibuku mengajak kita untuk pergi berlibur ke kota serangga.” Kata Caca.
“Hore!!! Akhirnya kita jadi ke kota
serangga.” Seru Pho, Cici, dan Lili.
Hari yang mereka tunggu – tunggu
telah tiba. Saatnya bersenang – senang kawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar