Tips dan Trik Merawat Batik
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar busana atau kain batik Anda tetap indah, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Mencuci kain batik dengan menggunakan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu shampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan. Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran.
2. Pada saat mencuci batik jangan digosok dan jangan gunakan deterjen. Jika batik Anda tidak terlalu kotor maka Anda bisa mencucinya dengan air hangat. Tapi jika batik Anda terkena noda maka Anda bisa mencucinya cukup dengan sabun mandi saja. Akan tetapi jika nodanya masih membandel maka Anda bisa menghilangkannya dengan kulit jeruk pada bagian yang kotor saja. Janganlah mencuci kain batik dengan menggunakan mesin cuci.
3. Setelah kotoran hilang Anda harus menjemurnya di tempat yang teduh tetapi Anda tidak perlu memerasnya, biarkan saja kain tersebut mengering secara alami. Pada saat menjemur sebaiknya Anda tarik bagian tepi kain agar serat kain yang terlipat kembali seperti sediakala.
4. Hindari penyetrikaan secara langsung, jika terlalu kusut Anda bisa semprotkan air di atas kain batik Anda lalu lapisi batik Anda dengan kain lainnya. Hal ini untuk menghindari kain batik Anda terkena panas langsung dari setrikaan.
5. Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain. Sebaiknya Anda tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.
6. Sesudah disetrika sebaiknya Anda simpan batik Anda dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Sebaiknya Anda jangan memberi kapur barus karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak kain batik Anda. Ada baiknya Anda beri merica atau lada yang dibungkus dengan tisu lalu masukkan dalam lemari pakaian Anda untuk mengusir ngengat. Atau Anda bisa menggunakan akar wangi yang sebelumnya Anda celup ke dalam air panas kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi tersebut kering Anda baru bisa menggunakannya.
Sabtu, 30 November 2013
aspek keterampilan berbahasa
ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA
Sehubungan
dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar bahasa,
yaitu mendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan menulis. Table
berikut ini menyajikan jenis keterampilan tersebut.
Tabel 1.1
Empat jenis Keterampilan berbahasa
| |
Lisan
|
Tulisan
|
|
Reseptif
|
Mendengarkan
|
Membaca
|
|
Produktif
|
Berbicara
|
Menulis
|
- MENDEGARKAN
Mendengarkan
adalag keterampialn memahami bahasa lisan yang bersifat reseftif.
Dengan demikian di sini berarti bukan sekedar mendengarkan bunyi-bunyi
bahasa melainkan sekaligus memahaminya. Dalam bahasa pertama (bahasa
ibu), kita memperoleh keterampilan mendengarkan melalui proses yang
tidak kita sadari sehingga kitapun tidak menyadari begitu kompleksnya
proses pemmerolehan keterampilan mendengar tersebut. Berikut ini secara
singkat disajikan disekripsi mengenai aspek-aspek yang terkait dalam
upaya belajar memahami apa yang kita sajikan dalam bahasa kedua.
Ada
dua jenis situasi dalam mendengarkan yaitu situasi mendengarkan secara
interaktif dan situasi mendengarkan secara non interaktif. Mendengarkan
secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka dan percakapan di
telepon atau yang sejenis dengan itu. Dalam mendengarkan jenis ini kita
secara bergantuan melakukan aktivitas mendengarkan dan memperoleh
penjelsan, meminta lawan bicara mengulang apa yang diucapkan olehnya
atau mungkin memintanya berbicara agak lebih lambat. Kemudian contoh
situasi-situasi mendengarkan noninteraktif, yaitu mendengarkan radio,
TV, dan film, khotbah atau mendengarkan dalam acara-acara seremonial.
Dalam situasi mendengarkan nonietraktif tersebut, kita tidak dapat
meminta penjelsanan dari pembicara, tidak bisa meminta pembicaraan
diperlambat.
Berikut
ini adalah keterampilan-keterampilan mikro yang terlibat ketika kita
berupaya untuk memahami apa yang kita dengar, yaitu pendengar harus;
1. Menyimpan/mengingat unsure bahasa yang didengar menggunakan daya ingat jangka pendek (short term memory)
2. Berupaya membedakan bunti-bunyi yang yang membedakan arti dalam bahasa target,
3. Menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara dan intinasi, menyadari adanya reduksi bentuk-bentuk kata,
4. Membedakan dan memahami arti dari kata-kata yang didengar,
5. Mengenal bentuk-bentuk kata yang khusus (typical word-order patterns)
6. Mendeteksi kata-kata kunci yang mengidentifikasi topic dan gagasan;
7. Menebak makna dari konteks,
8. Mengenal kelas-kelas kata,
9. Menyadari bentuk-bentuk dasar sintaksis,
10. Mengenal perangkat-perangkat kohesif (recognize cohesive devices)
11. Mendeteksi unsure-unsur kalimat seperti subjek, predikat, objek, preposisi, dan unsure-unsur lainnya.
- BERBICARA
Kemudian
sehubungan dengan keterampilan berbicara secara garis besar ada tiga
jenis situasi berbcara, yaitu interaktif, semiaktif, dan noninteraktif.
Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap
muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan
anatara berbicara dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta
klarifikasi, pengulangan atau kiat dapat memintal lawan berbicara,
memperlambat tempo bicara dari lawan bicara. Kemudian ada pula situasi
berbicara yang semiaktif, misalnya dalam berpidato di hadapan umum
secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan
interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi
pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi
berbicara dapat dikatakan bersifat noninteraktif, misalnya berpidato
melalui radio atau televise.
Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara, dimana permbicara harus dapat;
1. Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar daoat membedakannya;
2. Menggunakan
tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan tepat sehingga
pendengar daoat memahami apa yang diucapkan pembicara,
3. Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat
4. Menggunakan
register aau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi
termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan pendengar;
5. Berupaya agar kalimat-kalimat untama jelas bagi pendengar
6. Berupaya mengemukakan ide-ide atau informasi tambahan guna menjelaskan ide-ide utama
7. Berupaya agar wacana berpautan secara serasi sehingga pendengar mudah mengikuti pembicaraa,
- MEMBACA
Membaca
adalah keterampuilan reseptif bahasa tulis. Keterampilan memabaca dapat
dikemangkan secara tersendiri, terpisah dari keterampilan mendengar dan
berbicara. Tetapi, pada masyarakat yang memilki tradisi lireasi yang
telah berkembang, serinkali keterampilan membaca dikembnagkan secara
terintergrasi dengan keterampilan menyimak dan berbicara.
Keterampilan-keterampilan mikro yang terkait dengan proses membaca yang harus dimiliki oleh pembicara adalah;
1. Mengenal system tulisan yang digunakan,
2. Mengenal kosakatar,
3. Menentukan kata-kata kunci yang mngindentifikasikan topic dan gagasan utama,
4. Menentukan makna kata-kata, termasuk kosakata split, dari konteks tertulis,
5. Mengenal kelas kata gramatikal, kata benda, kata sifat, dan sebagainya
6. Menentukan konstituen-konstiteun dalam kalimat, seperti subjek, predikat, objek, dan preposisi,
7. Mengenal bentuk-bentuk dasar sintaksis,
8. Merekonstruksi dan menyimpulkan situasi, tujuan-tujuan dan partisipasi,
9. Menggunakan perangkat kohesif leksikal dan gramatikal guna menarik kesimpulan-kesimpulan
10. Menggunakan pengetahun dan perangkat-perangkat kohesif leksikal dan gramatikal untuk memahami topic utama atau informasi utama
11. Membedakan ide utama dan detail-detail disajikan,
12. Menggunakan
strategi membaca yang berbeda terhadap tujuan-tujuan membaca yang
berbeda, seperti skimming untuk mencari ide-ide utama atau melakukan
studi secara mendalam,
- MENULIS
Menulis
adalah keterampilan produktif dengan menggunakan tulisan. Menulis dapat
dikatakan suatu keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara
jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah
sekedar menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat, melainkan juga
mengembangkan dan menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu struktur
tulisan yang teratur.
Berikut ini keterampilan-keterampilan mikro yang diperlukan dalam menulis, di mana penulis perlu untuk;
1. Menggunakan ortografi dengan benar, termasuk di sini penggunaan ejaan,
2. Memilih kata yang tepat,
3. Menggunakan bentuk kata dengan benar,
4. Mengurutkan kata-kata dengan benar
5. Menggunakan struktur kalimat yang tepat dan jelas bagi pembaca,
6. Memilih genre tulisan yang tepat sesuai dengan pembaca yang dituju,
7. Mengupayakan ide-ide atau informasi utama didukung secara jelas ole hide-ide atau informasi tambahan,
8. Menguapayakan,
terciptanya paragraph, dan keseluruhan tulisan koheren sehingga pembaca
mudah mengikuti jalan pikiran atau informasi yang disajikan,
9. Membuat
dugaan seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca sasaran
mengenai subjek yang ditulis dan membuat asumsi mengenai hal-hal yang
belum mereka ketahui dan penting untuk ditulis.
Jumat, 29 November 2013
Lirik Lagu Monkey Boots - Tunggulah Tunggu Lyrics
E A
lambaian tangan terakhirmu
B E
buatku kan selalu merindu
C#m F#m
terbayang selalu akan wajahmu
B E
ku kan datang hanya untukmu
A
senyuman indah di bibirmu
B E
ku harap kau jaga oh hanya untukku
C#m F#m
ku harap cintamu tak terkikis oleh waktu
B E
jagalah cintamu hanya untukku
A Am
tunggulah tunggu sabarlah kau di sana
G#m C#m
menantiku pulang kembali ke kota
F#m B E
tempat dimana cinta satukan kau dan aku
A
tatapan matamu yang sendu
B E
seakan menembus langsung ke hatiku
C#m F#m
ku kan datang tuk menjemputmu
B E
karena kau memang tercipta untukku ooh
A Am
tunggulah tunggu sabarlah kau di sana
G#m C#m
menantiku pulang kembali ke kota
F#m B E tempat dimana cinta satukan kau dan aku
lambaian tangan terakhirmu
B E
buatku kan selalu merindu
C#m F#m
terbayang selalu akan wajahmu
B E
ku kan datang hanya untukmu
A
senyuman indah di bibirmu
B E
ku harap kau jaga oh hanya untukku
C#m F#m
ku harap cintamu tak terkikis oleh waktu
B E
jagalah cintamu hanya untukku
A Am
tunggulah tunggu sabarlah kau di sana
G#m C#m
menantiku pulang kembali ke kota
F#m B E
tempat dimana cinta satukan kau dan aku
A
tatapan matamu yang sendu
B E
seakan menembus langsung ke hatiku
C#m F#m
ku kan datang tuk menjemputmu
B E
karena kau memang tercipta untukku ooh
A Am
tunggulah tunggu sabarlah kau di sana
G#m C#m
menantiku pulang kembali ke kota
F#m B E tempat dimana cinta satukan kau dan aku
Langganan:
Postingan (Atom)