Sabtu, 14 Desember 2013

Pingsan



Pingsan (sinkop) adalah kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, biasanya hanya beberapa detik atau menit, karena otak Anda tidak mendapatkan cukup oksigen.Otak memiliki beberapa bagian, termasuk dua belahan otak, otak kecil, dan batang otak. Otak membutuhkan aliran darah untuk menyediakan oksigen dan glukosa ke sel-selnya. Agar tubuh tetap sadar, sebuah area yang dikenal sebagai sistem pengaktif retikuler yang terletak di batang otak harus hidup, dan setidaknya satu belahan otak harus berfungsi. Pingsan terjadi bila sistem pengaktif retikuler atau kedua belahan otak kekurangan darah, oksigen, atau glukosa.

1. Reaksi saraf vagus

Pingsan kebanyakan dipicu oleh saraf vagus yang menghubungkan sistem pencernaan ke otak dan berperan mengelola aliran darah ke otak dan usus. Overstimulasi saraf vagus memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi asupan darah ke otak yang menyebabkan pingsan. Stres berat, ketakutan, kecemasan, panik,  dan rasa sakit yang kuat dapat merangsang saraf vagus.

2. Perubahan tekanan darah

Perubahan tekanan darah dapat menyebabkan Anda pingsan. Kadang-kadang, jantung dan pembuluh darah tidak bereaksi cukup cepat ketika kebutuhan oksigen tubuh Anda berubah. Hal ini sangat umum pada orang tua dan pada orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes. Pingsan dapat terjadi bila Anda berdiri terlalu lama atau bekerja lebih keras dari kemampuan.

3. Anemia

Anemia (kekurangan jumlah sel darah merah) dapat menyebabkan pingsan karena tidak cukup sel darah merah untuk memasok oksigen ke otak. Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, penyakit atau perdarahan (misalnya, menstruasi berlebihan).

4. Dehidrasi

Kekurangan cairan dalam tubuh (dehidrasi) juga dapat menyebabkan pingsan. Dehidrasi dapat disebabkan oleh muntah, diare, demam, berkeringat, luka bakar atau kurang minum. Beberapa penyakit seperti diabetes juga dapat menyebabkan dehidrasi karena terlalu sering buang air kecil. Muntah dan diare, khususnya, juga merangsang saraf vagus sehingga berefek ganda.

5. Syok

Syok adalah kondisi yang ditandai oleh tekanan darah rendah yang kemudian dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Syok adalah keadaan darurat berbahaya yang biasanya berasal dari perdarahan, tetapi juga bisa berasal dari alergi parah (anafilaksis) atau infeksi parah. Korban syok biasanya terlihat bingung, sebelum kehilangan kesadaran saat kondisinya semakin buruk.

6. Obat

Obat-obatan yang dimaksudkan untuk mengendalikan tindakan tekanan darah tinggi dapat terlalu banyak menurunkan tekanan darah sehingga menyebabkan pingsan. Alkohol, kokain dan ganja juga dapat menyebabkan pingsan. Berbicaralah dengan dokter jika Anda berpikir pingsan Anda mungkin berhubungan dengan obat yang Anda pakai.

7. Hipoglikemi

Kekurangan gula darah (hipoglikemi) dapat membuat Anda pingsan. Hipoglikemi tidak hanya disebabkan oleh diabetes, tetapi juga karena Anda tidak makan untuk waktu yang lama.

Apa yang harus dilakukan bila Anda merasa akan pingsan?

Sebelum pingsan, Anda biasanya merasa pening, pusing, ruangan seperti berputar, mual dan berkeringat dingin. Anda juga mungkin mengalami penglihatan kabur atau pendengaran berdesing. Jika Anda merasa seperti akan pingsan, berbaringlah. Jika Anda tidak dapat berbaring, duduk dan berjongkoklah dengan meletakkan kepala Anda di antara lutut Anda. Hal ini membantu mengalirkan darah ke otak Anda. Tunggulah sampai Anda merasa lebih baik sebelum mencoba berdiri. Ketika Anda berdiri, lakukanlah perlahan-lahan.
 Kenapa seh kok bisa pingsan? Hal-hal apa yang bisa menyebabkan pingsan? Trus gimana yah kalau ada yang pingsan? Harus gimana dong? 

Pingsan

Yaitu kehilangan kesadaran singkat, umumnya diawali dengan pucat dan perasaan melayang, atau pusing. 

1. Postural hypotensi

Tekanan darah yang kadang-kadang menurun, dapat menimbulkan mual, nanar atau juga pingsan. Postural hypotensi biasanya dapat dirasakan jika kita berdiri mendadak (tiba-tiba) setelah duduk, berbaring atau jongkok/ membungkuk. Orang yang berdiri lama (pada upacara bendera) biasanya pingsan yang terjadi karena postural hypotensi. Berdiri yang lama menyebabkan meningkatnya tahanan perifer di daerah ekstremitas bawah (kaki) sehingga menyebabkan arus balik Vena (aliran vena ke Jantung) berkurang, sehingga menyebabkan turunnya tekanan darah.

Pengobatan sendiri :
Jika ini yang anda alami, biasakan bangkit secara pelan-pelan sehabis duduk atau tiduran. 
Usahakan menghindari berdiri lama. Jika pun harus berdiri lama, banyaklah bergerak dan gerakkan kaki dan telapak kaki untuk merangsang agar darah mengalir ke seluruh tubuh. Lunglai semacam ini biasanya tidak perlu dicemaskan, namun jika hal ini sering anda alami, bicarakan hal ini dengan dokter.


2. Pingsan dan lunglai di masa hamil
Sering terjadi karena tekanan darah menurun akibat mengendurnya otot-otot di sekitar pembuluh darah.

Pengobatan sendiri :

Usahakan menghindari berdiri lama. Jaga kondisi dan konsumsi makanan yang cukup. 


3. Rendahnya kadar gula darah

Rendahnya kadar gula darah juga menjadi penyebab pingsan. Hal ini juga menimbulkan pusing, letih, gemetar, gagap, kesemutan di tangandan bibir, dan sakit kepala.

Pengobatan sendiri :

Segera makan jika ada gejala-gejala serangan akan terjadi. Biasakan membawa permen. Minuman manis juga akan membuat anda lebih baik. Jika mengidap Diabetes, dan telah beberapa kali pingsan, konsultasikan dengan dokter anda.


4. Berdiri di panas terik dalam waktu yang lama

Berdiri di panas terik dalam waktu yang lama bisa menyebabkan pingsan.

Pengobatan sendiri :

Segera pindahkan ke tempat yang sejuk, jika perlu dikompres agar panasnya turun.


Pertolongan Pertama Pada Pingsan

Jika suatu saat misalnya lagi Aksi, atau lagi upacara bendera (masih jaman yah?), tiba-tiba ngeliat ada yang pingsan, apa yang kita lakukan???

Minimal ada sesuatu yang bisa kita lakukan sebelum teriak-teriak manggil tim medis tentunya..

Apalagi kalo tim mediknya ikhwan, sementara yang pingsan akhwat.... (pengalaman pribadi neh!!!)

Oke, yang pertama dilakukan adalah :


1. Periksa jalannya nafas.

Apakah jalannya nafas ada yang menghalangi ( lidah yang terdorong ke belakang, ada obstruksi , dll).

Bagaimana pernafasannya. Apakah teratur? Atau tidak? Jika tidak teratur berarti memang harus diberi pertolongan dokter. 


2. Pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, tidak panas. 

Hati-hati dalam memindahkan pasien. Jika ada cedera kepala/leher, maka proses pemindahan pasien bukan menjadi pilihan tindakan kita. 


3. Baringkan pasien dengan kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala.

Pasien dibaringkan dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala. Hal ini dimaksudkan agar aliran darah ke bagian kepala lebih lancar. Jika dalam aksi, bisa digunakan tas, dus minuman, dll untuk mengganjal posisi kaki. Kepala pasien juga diberi sesuatu yang berfungsi sbg bantal (almamater, tas).


4. Jangan mengerubungi pasien. Karena dapat menghalangi aliran udara.

5. Jika sudah sadar, dan nafas sudah teratur bisa diberikan permen, preparat glukosa, atau teh manis. 

6. Amati keadaan umum pasien. Jika perlu tindakan pertolongan lebih, segera bawa ke dokter/ rumah sakit. [] 
Send this story to someone Printer-friendly page

MENGAPA KITA MENGUAP???

            Belum ada jawaban pasti mengapa manusia menguap. Selama ini yang kita ketahui adalah bahwa manusia menguap karena lelah atau bosan. Tetapi tidak ada bukti kuat yang mendukung anggapan ini.
            Tetapi ada penjelsan yang lebih masuk akal tentang hal ini. Kita menguap karena kandungan oksigen dalam paru-paru kita sudah berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa pada saat kita bernafas normal,kita tidak menggunakan paru-paru secara penuh.
            Di dalam paru-paru ada organ yang bernama alveoli atau kantung udara. Alveoli ini berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam darah dan menyedot karbondioksida untuk kemudian dikeluarkan.
            Jika alveoli tidak mendapatkan udara segar,dia akan kempis dan paru-paru akan mengeras. Otak kemudian segera bereaksi untuk memerintahkan mulut menguapdan menarik udara(oksigen).
            Tetapi aspek-aspek tertentu dari menguap tetap merupakan misteri. Janin dalam rahim,misalnya juga menguap. Namun belum diketahui apakah memang janin menarik oksigen melalui paru-parunya. Menguap juga tampaknya merupakan gejala sklerosis ganda dengan sebab-sebab yang belum diketahui.

Cerita Anak



Nama : Peni Prihatin
NPM   : 11144600048
Kelas  : A2 – 11

INDAHNYA PERSAHABATAN DI KOTA SERANGGA

            Hari yang cerah. Pho, Cici, dan Lili sedang duduk di dekat taman. Mereka sedang menunggu Caca lebah sahabat mereka. Mereka akan jalan – jalan ke kota serangga. Hari ini mereka libur sekolah. Jadi mereka berencana untuk jalan – jalan ke kota. Kalau hari libur, kota serangga sangat ramai. Di kota serangga ada pasar yang menjual berbagai keperluan  seperti roti madu, permen, minuman sari jahe dingin,  dan lain sebagainya.
            Mereka sudah menunggu terlalu lama. Caca tidak kunjung datang. Tidak biasanya Caca ingkar janji.
            “Teman – teman, Caca belum juga datang. Bagaimana kalau kita tinggal saja?” Kata Pho.
            “Jangan. Kita sudah berjanji  pada Caca untuk pergi ke kota bersama – sama.” Seru Lili.
            “Tetapi ini sudah siang. Caca belum juga datang.” Kata Pho lagi.
            “Bagaimana kalau kita ke rumah Caca saja? Agar kita tahu kenapa Caca belum datang.” Usul Cici.
            “Baiklah.” Jawab Pho dan Lili.
            Akhirnya mereka bersama – sama pergi ke rumah Caca. Setelah beberapa menit berjalan, mereka sampai di depan rumah Caca. Rumah Caca sangat indah. Di halamannya banyak bunga. Mereka melihat Caca duduk termenung di atas bunga.
            “Caca!” panggil Pho, Cici, dan Lili.
Caca kaget mendengar namanya dipanggil. Setelah tahu bahwa yang memanggil sahabatnya, Caca terbang turun.
            “Caca, kenapa kamu tidak datang?” tanya Lili.
            “Maafkan aku teman – teman. Ibuku sedang sakit. Aku harus menjaganya.” Kata Caca.
            “Bolehkah kami menjengguk ibumu?” Tanya Pho.
            “Tentu saja. Ayo ikut aku.” Jawab Caca.
            Pho, Cici, dan Lili berjalan mengikuti Caca. Akhirnya mereka sampai di dekat ibu Caca berbaring. Ibu Caca terlihat lemas. Mereka hanya melihat sebentar. Kemudian mereka keluar, karena ibu Caca sedang tidur.mereka melanjutkan berbincang – bincang di halaman rumah Caca.
            “Apa ibumu sudah dibawa ke dokter?” tanya Pho.
            “Belum.” Jawab Caca sedih.
            “Bawalah ibumu ke dokter. Agar cepat sembuh.” Kata Lili.
            “Tetapi kami belum punya uang yang cukup.” Jawab Caca.
            “Bolehkah kami membantumu?” tanya Cici.
            “Jangan. Aku tidak mau merepotkan kalian.” Jawab Caca.
            “ Tidak apa – apa. Kita itu sahabat, jadi harus saling menolong.” Jawab Pho.
            Hari sudah sore. Mereka tidak jadi pergi ke kota. Akhirnya mereka berpamitan pulang. Di perjalanan mereka berencana untuk membantu Caca. Mereka akan mengumpulkan uang tabungan mereka. Jika sudah terkumpul, uang itu akan diberikan kepada Caca. Agar ibunya dapat dibawa ke dokter. Jika ibu Caca sudah sembuh, maka Caca dapat bermain lagi bersama mereka.
            Keesokan harinya Pho, Cici, dan Lili berkumpul. Mereka sudah membawa uang tabungan mereka. Setelah siap, mereka segera pergi ke rumah Caca. Sesampainya di rumah Caca, uang itu segera diserahkan kepada Caca dan ibunya. Dengan terharu, Caca dan ibunya mengucapkan terimakasih kepada mereka. Maka bergegaslah Caca pergi ke dokter kumbang. Tidak lama kemudian Caca datang bersama dokter kumbang. Kemudian dokter kumbang segera memeriksa ibu Caca. Setelah memeriksa ibu Caca dan memberinya obat, dokter kumbang segera pulang.
            Setelah dokter kumbang pulang, maka Caca segera memberi obat kepada ibunya. Setelah meminum obat, ibu Caca segera tertidur. Kemudian Pho, Cici, dan Lili  segera berpamitan kepada Caca. Caca mengantarkannya sampai ke halaman depan.
            Pagi harinya Caca sangat bahagia, karena ibunya sudah sehat lagi. Caca dapat kembali masuk sekolah dan bertemu teman – temannya. Dengan penuh semangat, Caca menghampiri Pho, Cici, dan Lili. Mereka sangat senang melihat Caca sudah ceria lagi.
            “Bagaimana kondisi ibumu?” tanya Pho kepada Caca.
            “Alhamdulillah, berkat bantuan kalian ibuku sudah sehat lagi. Terimakasih ya teman – teman.”
            “Syukurlah. Inilah gunanya teman. Kita harus saling membantu.” Jawab Lili.
            “Sebagai ucapan terimakasih, minggu depan ibuku mengajak kita untuk pergi berlibur ke kota serangga.” Kata Caca.
            “Hore!!! Akhirnya kita jadi ke kota serangga.” Seru Pho, Cici, dan Lili.
            Hari yang mereka tunggu – tunggu telah tiba. Saatnya bersenang – senang kawan.

           

Puisiiiii





Cinta adalah yang membuat pahit menjadi manis
Cinta adalah yang membuat sulit menjadi mudah
Cinta adalah yang membuat sakit menjadi sehat
Cinta adalah yang membuat ketakutan menjadi keberanian
Cinta adalah yang membuat kelemahan menjadi kekuatan
Cinta adalah yang membuat keputusasaan menjadi semangat
Dan ,,,,,,,
Cinta adalah yang membuat sedih menjadi bahagia
Namun ,,,,
Cinta bisa menjadi belati tajam
Yang siap mengoyak hati
Memupuskan harapan
Menjadikan lemah!
Namun
Di atas semua itu
Ada cinta yang lebih agung
Cinta yang tulus,suci dan tanpa mengharap balasan
Cintanya seorang ibu kepada anaknya
Yang tak pernah pupus dan tak pernah tergantikan oleh apapun.

pheny